Asal Mula Mengapa Sepekan 7 Hari


NAMA-NAMA HARI DALAM SEPEKAN
PADA ZAMAN PURBA, sebelum ilmu astronomi modern berkembang, ada tujuh benda langit yang dianggap beredar mengelilingi bumi. Posisi ketujuh benda langit ini selalu berpindah-pindah, berbeda dengan bintang-bintang yang dianggap tetap tempatnya (fixed stars). Ketujuh benda langit tersebut adalah Matahari, Bulan, dan lima planet yang namanya diambil dari nama dewa-dewa.

Orang Romawi menamai lima planet itu Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan Saturnus. Orang Yunani memberi nama Ares, Hermes, Zeus, Aphrodite, dan Cronus. Orang Jerman menamai mereka Diens, Woden, Donner, Frigg, dan Saturne. Orang Anglo-Saxon seperti Inggris memakai nama Tiw, Woden, Thor, Frigg, dan Saturne.

Ketujuh benda langit di atas sudah diamati oleh masyarakat purba sejak zaman Mesopotamia, antara lain untuk mengetahui perhitungan waktu dan musim yang sangat diperlukan para petani. Karena kehadiran benda-benda langit itu dirasakan berpengaruh kepada keadaan di bumi dan kehidupan manusia, maka tujuh benda langit itu mengesankan kemahakuasaan, dan lalu dianggap sebagai “tuhan” yang disembah dan dipuja.

Dari situlah muncul konsep “tujuh hari” dalam satu pekan (week), sebagai akibat praktek menyembah “satu tuhan satu hari”. Nama-nama hari yang tujuh langsung diambil dari nama tujuh benda langit: Hari Matahari (Dies Solis), Hari Bulan (Dies Lunae), Hari Mars (Dies Martis), Hari Merkurius (Dies Mercurii), Hari Jupiter (Dies Jovis), Hari Venus (Dies Veneris), dan Hari Saturnus (Dies Saturni).

Mari kita perhatikan nama-nama hari dalam beberapa bahasa Eropa, yang tercantum dalam tabel di bawah.

Inggris: Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday.
Belanda: Zondag, Maandag, Dinsdag, Woensdag, Donderdag, Vrijdag, Zaterdag.
Jerman: Sonntag, Montag, Dienstag, Mittwoch, Donnerstag, Freitag, Samstag.
Perancis: dimanche, lundi, mardi, mercredi, jeudi, vendredi, samedi.
Italia: domenica, lunedi, martedi, mercoledi, giovedi, venerdi, sabato.
Spanyol: domingo, lunes, martes, miercoles, jueves, viernes, sabado.
Portugis: deominggo, segundafeira, terçafeira, quartafeira, qiuntafeira, sextafeira, sabado.


Benda langit yang paling dominan tentu matahari. Itulah sebabnya penyembahan matahari paling utama, sehingga nama hari pertama selalu berarti “Hari Matahari” atau “Hari Tuhan” (dari nama “Sunday” sampai nama “deominggo”), dan hari pertama ini dianggap sakral oleh masyarakat Eropa. Kata “orientation” dalam bahasa Inggris bermakna “menghadap ke timur” yang dulunya berhubungan dengan upacara penyembahan matahari.

Sejak zaman purba, peribadatan orang-orang Eropa kepada Tuhan mereka selalu dilaksanakan pada hari pertama. Ketika bangsa-bangsa Eropa memeluk agama Kristen, ibadah pada hari pertama ini mereka lestarikan. Demikian juga tanggal 25 Desember, yang diyakini sebagai hari lahir Mithra dewa matahari Romawi, dijadikan hari lahir Nabi Isa Al-Masih a.s.

Bangsa Ibrani dan bangsa Arab juga menganut sistem tujuh hari sepekan (sebab mereka keturunan Nabi Ibrahim a.s. orang Mesopotamia), tetapi mereka menamai hari dengan angka-angka tanpa dikaitkan dengan benda langit. Dalam bahasa Ibrani, nama-nama hari adalah Yom Rishon (hari pemula), Yom Sheni (hari ke-2), Yom Silishi (hari ke-3), Yom Rebii (hari ke-4), Yom Hamishi (hari ke-5), Yom Shishi (hari ke-6), dan Yom Shabbat (hari istirahat). Bahasa Arab yang serumpun dengan bahasa Ibrani memiliki nama-nama yang mirip: Yaum Ahad (hari pertama), Yaum Itsnain (hari ke-2), Yaum Tsulatsa (hari ke-3), Yaum Arbi`a (hari ke-4), Yaum Khamis (hari ke-5), Yaum Jumu`ah (hari berkumpul), dan Yaum Sabt (hari ke-7).

Bangsa Indonesia sebelum Islam memakai nama-nama hari dalam bahasa Sansekerta: Raditya, Soma, Anggara, Budha, Brehaspati, Sukra, Sanaiscara. Tetapi setelah Islam datang, nama-nama hari kita ambil dari bahasa Arab: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Hari Ahad mempunyai sinonim Minggu, yang berasal dari bahasa Portugis deominggo.

Istilah “Hari Minggu” sebenarnya redundant, sebab “minggu” artinya “hari”. Tapi karena terlanjur populer, apa boleh buat. Sama seperti “Gurun Sahara” dan “Danau Ranau” yang juga redundant. Dalam bahasa Arab “sahara” artinya “gurun”, dan dalam bahasa Lampung “ranau” artinya “danau”. Kita tidak usah mempersoalkan mana yang lebih tepat: Ahad atau Minggu, sebab kedua-duanya sinonim dan merupakan kekayaan bahasa kita
(source:irfanansory)

0 Response to "Asal Mula Mengapa Sepekan 7 Hari"

Posting Komentar